Bila dihitung diantara ikatan dan keeratan Berapa banyak terdapat celah walau titik - titik terkecil Yah, ku rasa semua menyadari Tapi tak menginsafi Bahwa, tak ada yang pekat, utuh murni. Akupun harus banyak mengerti. Tapi, belumlah Ku masih merasa menjadi tanpa apa Yang entah berjuang tuk apa Yang entah bertahan tuk apa. Antara lepas, bebas, … Continue reading Selalu ada harap
Upaya
Tunjukkan bahwa butuh sejuta pisau untuk menyurutkan tekad, Mimpi dan harapan ciptakan usaha, Usaha dengan kesempatan membuka keberhasilan, Dan kau butuh jiwa untuk membuatnya menyala dan tetap menyala. Souraiya Farina Alhaddar 2002 Posted with WordPress for BlackBerry.
Masih belum bisa
Ku ingin melupakan sayap indah dan retak namun jiwaku tertahan kuat di setiap celah retakannya. Lariku terbang tapi tanyaku diam terus mencari jawab tanpa? penatmu tak ubahku tapi takutmu merangkulku ku sadar resah ku coba tuk kata lupa namun tak geming ku paham. Souraiya Farina Alhaddar. 16.04.2002
Tidak menangis
ketika airmata bersembunyi dibalik hati, ia merintih meminta - memaksa keluar, namun ego, dan rasa syukur menahannya, untuk apa tangis terhadap sesuatu yang sama sekali tidak pasti, untuk apa takut terhadap apa yang belum menjadi milik, malulah untuk mengatakan bahwa ini adalah luka, apalagi memastikan bahwa ini adalah luka yang pedih. Angkuh, bukan ini bagian … Continue reading Tidak menangis
Bintang Sendiri
Bintang sendiri...ada sejuta bintang memang... yang kodratnya untuk saling bersama mendamaikan dunia, mengindahkan langit, menjadi pemandu bagi manusia di laut, bahkan bersama - sama menjadi tumpuan harapan para pencari dan pengharap cinta. Namun, ia bintang yang sendiri. ia memang sendiri. Mungkin karena ia tidaklah sebersinar bintang lain. Ia membagi pancarannya untuk kawan, hingga redup sinarnya. … Continue reading Bintang Sendiri
Tidak sendiri
Tak ada kesendirian... Saat kita sendiripun tetap tak ada kesendirian Walau bagaimanapun tak ada kesendirian ! Nurani tetap berbicara Hati tetap berbisik Tidak pernah sendiri Souraiya Farina Alhaddar, agustus 1996
Terima kasih
Ini tidak pernah terjadi, lebih kepada ini mungkin bukanlah kenyataan. Satu ke satu, satu ke yang lain, yang lain kembali ke satu. Rasa ini seperti duka yang menggembirakan, atau pula sakit yang kuinginkan, hingga apapun rasa yang ada dan akan ada, tetap akan membuatku bertahan, tidak mau pergi. Kata - kata yang menenangkan, di tengah … Continue reading Terima kasih
Tidak akan pernah kau jumpai aku, terdiam!
Aku tidak mau, dan tidak akan pernah menyerah lalu lalangnya guratan emosi tak bersahabat Tak mungkin menyurutkanku Kacaunya batin menabrak segala jasmani, hanya menjadi, ya! tamparan - hancurkan, semuanya koma! Buana ini, ruh ini, tiap tingkatnya adalah prosesku Tidak akan pernah kau jumpai aku, terdiam! Souraiya Farina Alhaddar, Cimanggis, 31 Mei 2003
Samakah Angin Disini dan Angin Disana – Hingga Kami Dapat Mengirim Hangat
Kami ingin mengirim hangat peluk kami kepadamu bisakah kau wakilkan angin Peluk erat ia dengan hangatmu - Seperti hangat yang selalu ia berikan pada kami Embun pagi, dapatkah kau teteskan kasih murnimu padanya. Sampaikan padanya, kami yang memintamu Walau tak sama dengan kasih yang ia selimutkan di jiwa kami Dan awan, pergilah kesana Lindungi ia … Continue reading Samakah Angin Disini dan Angin Disana – Hingga Kami Dapat Mengirim Hangat
1/4 Abad
hari ini... penuh dengan perenungan, dengan penyesalan, dengan semangat, dan harapan. entah dengan do'a, karena malu padaNya. berulang kali taubat dipanjatkan, dan kembali dilakukan, berulang kali meminta - memohon maaf, dan kembali dosa ditorehkan. entah, detik - detik ke depan kan kah diisi dengan ampunan dan hidayahNya atau teguranNya. Pantas memang menerimanya, meski tetap berharap … Continue reading 1/4 Abad
