Kemarahan

Marah bukanlah respon yang cerdas. Orang bijak selalu bahagia, dan orang yang bahagia tak akan marah. Marah, terutamanya, adalah hal yang tak masuk akal. Suatu hari, mobil wihara kami berhenti di lampu merah di samping sebuah mobil lainnya. Saya memerhatikan pengemudi mobil itu memaki - maki lampu merah, "lampu brengsek! Kau tahu aku ada janji … Continue reading Kemarahan

Surat dari Ramallah

Dua serdadu Israel menghentikan kami di pinggir jalan yang membentang dari Ramallah ke Yerusalam. Mereka menyuruh kami mengankat tangan dan menyilangkannya. Ketika salah seorang tentara melihat Ibu bermaksud menempatkanku di depannya, agar bayangannya melindungiku dari matahari bulan Juli, tentara itu malah merampasku dengan kasar dari tangan Ibu. Di tengah – tengah jalan berdebu, ia menyuruhku … Continue reading Surat dari Ramallah

Dua Bata Jelek

Setelah kami membeli tanah untuk wihara kami pada tahun 1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang. Tidak ada bangunan di atas tanah itu, bahkan sebuah gubuk pun tak ada. pada minggu – minggu pertama, kami tidur di atas pintu – pintu tua yang kami beli mirah dari pasar loak. Kami mengganjal pintu-pintu itu dengan batu … Continue reading Dua Bata Jelek