“Everyone is a friend, until they prove otherwise.”

Ya, bagi saya semua orang adalah teman. Kecuali kalau dia memutuskan untuk tidak lagi menjadi teman saya.

Tidak mungkin saya bisa melalui hidup tanpa teman. Saya butuh mereka sebagaimana saya membutuhkan udara untuk tetap hidup dan itu bukan basa basi. Teman membuat saya tersenyum, membuat saya berpikir, membuat saya bekerja, membuat saya bermimpi, membuat saya berusaha menjadi lebih baik, memberikan inspirasi untuk saya. Teman adalah segalanya.

Meski, tetaplah dalam pertemanan ada tingkatannya. Dari yang sekedar teman sebatas kenal, teman jalan, teman di kala senang, sampai sahabat.

Aaaa… sebenarnya yang ingin saya ungkapkan adalah. Saya bahagia ! lantaran memiliki teman – teman yang luar biasa. Teman yang bisa membuat saya tersenyum kembali. Yang memeluk saya dengan hati mereka.

Yang meski saya berulang kali terjerembab dalam kesalahan, mereka tetap ada untuk saya. Ketika saya tanpa sadar melupakan mereka, ternyata mereka tetap ingat kepada saya. Teman yang mengingatkan saya ketika mereka tau saya salah. Rasanya rasa terima kasih tidak akan pernah cukup untuk mereka.

Bahkan teman yang baru saya kenal – dan tidak pernah bertemu muka bisa membuat saya menjadi manusia yang lebih baik.

Mereka tidaklah memanjakan saya dengan kesenangan, interaksi langsung saja teramat jarang, dan seperti yang saya bilang bahkan ada yang sama sekali tidak pernah bertemu langsung dan hanya komunikasi via chat. Tapi dampak positif mereka begitu besar terhadap saya.

Saya sayang mereka.

Mereka adalah orang – orang baik yang dikirimkan Allah untuk menemani saya dalam hidup.

Terima kasih untuk segalanya… meski saya belumlah menjadi teman terbaik untuk mereka.

Souraiya Farina Alhaddar, 17.10.2010

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.