Blog Archives

Tim Nasional Sepakbola Wanita : Mencoba Bangkit – Namun….

Sepakbola wanita

Laos 2011

Setelah sempat satu tahun tidak mengikuti ajang internasional, Tim Nasional Sepakbola Wanita kembali berkompetisi di ajang AFF Women Championship yang diadakan di Vientiane, Laos pada tanggal 16 – 26 Oktober 2011 lalu. Tim Nasional yang ditukangi oleh pelatih Bambang Nurdiansyah ini kembali di dominasi oleh pemain asal Papua yang mayoritas pemainnya adalah para pemain yang mewakili Pengprov Papua ketika meraih kemenangan di tingkat Nasional 2010 lalu.

Timnas yang dipimpin oleh Kapten Yudith Sada – pemain yang sudah beberapa kali masuk ke dalam squad timnas mengawali kompetisi AFF Women Championship dengan kekalahan besar 11 – 0 melawan Laos. Meski demikian tim ini tidak lantas patah arang, mereka kemudian berhasil meraih kemenangan 3 – 1 atas Singapura. Di babak pertama Singapura sempat mencuri kesempatan terlebih dahulu di menit ke 23 melalui tendangan ke arah gawang oleh Mastura Jeilani, yang kemudian dibalas oleh Yudith Herlina Sada empat menit kemudian, namun sayang tendangan Yudith berhasil dihalau oleh kipper tim Singapura.

Di menit ke 60 Henny Yigibalom mencetak gol pertama untuk Indonesia setelah umpan silang Akudiana Tebai berhasil dieksekusi oleh Henny yang juga sudah menjadi langganan di timnas wanita. Read the rest of this entry

Larangan pemakaian jilbab oleh FIFA

Beberapa hari yang lalu, sahabat saya mengirimkan link berita di Yahoo! Mengenai kontroversi larangan jilbab bagi pesepakbola wanita asal Iran. Timnas sepakbola Iran tidak diperkenankan meramaikan Olimpiade 2012 karena menggunakan jilbab, FIFA pun menghentikan laga Iran kontra Yordania yang kemudian memberikan kemenangan 3-0 buat Yordania lantaran pemain sepakbola wanita Iran ini menggunakan jilbab. Alasan FIFA melarang penggunaan jilbab ini semata adalah alasan keamanan.

Jilbab – bukanlah asesoris, bukan pula alat pelindung kepala. JIlbab adalah perintah Allah, dan sebagai hambaNya wajib bagi kita untuk menaatinya TANPA PERDEBATAN – karena ini perintah ALLAH. (kadang terhadap boss saja kita tidak bisa menolak keinginannya, apalagi untuk ALLAH). Kemudian kitapun mengetahui begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari jilbab.

Begitu kita mengenakan jilbab (menggunakannya atas nama ALLAH – bukan karena mengikuti trend), hati kita lantas turut merasa berjilbab, keinginan untuk lebih bisa, lebih mencintai ALLAH akan turut mengikuti. Jilbab secara tidak langsung memberikan tempat yang baik bagi kita, terlindungi dari pandangan mata ‘liar’ – pasti, penghargaan oleh sebagian besar masyarakat (karena masih saja ada golongan yang merendahkannya – dan ini menjadi tantangan tersendiri untuk mensiarkan jilbab), saya belum bisa berkata bahwa jilbab 100% bisa menghindari kita dari perilaku miring tapi jilbab membantu kita untuk mengurangi perilaku miring dari dan ditujukan ke si pemakai. Mau tidak mau, jilbab juga turut memaksa orang lain menilai kita berdasarkan isi hati dan kepala kita. Bukan penampilan luar kita. Jilbab yang dikenakan dengan baik, juga menghindari kita dari riya atas kepemilikan barang – barang berharga. Jilbab bukanlah milik golongan tertentu, ras atau budaya suatu kaum. Siapapun wanitanya – dari manapun – golongan apapun menggunakan jilbab. Di atas semua itu, jilbab adalah perintah ALLAH – tanpa perdebatan.

Mengenai larangan FIFA terhadap pemakaian jilbab dengan alasan keamanan. Saya sebagai pemakai jilbab, merasa justru jilbab memberikan keamanan untuk saya. Mungkin, menurut FIFA – jilbab membatasi ruang gerak pemain – pemain tidak bisa bergerak bebas. Dan dengan adanya jilbab bisa saja terjadi tarik menarik jilbab (eh !) . padahal, sebenarnya – jilbab sama sekali tidak membatasi gerak pemakainya. Mungkin, bagi mereka yang tidak (belum) menggunakan jilbab, jilbab bisa saja menghalangi ruang gerak atau bisa membahayakan.

Sehingga, rasanya saya ingin sekali mengetahui apakah larangan FIFA ini dilakukan setelah FIFA melakukan penelitian terlebih dahulu? Misalnya FIFA meminta officernya menggunakan jilbab selama 7 hari dan melakukan aktivitas bermain bola. Kemudian, juga ditanyakan terhadap lawan bermain – apakah jilbab tersebut mengganggu pandangan konsentrasi mereka, menghalangi pandangan mata misalnya, membuat mereka tidak bisa menyarangkan gol lantaran terganggu dengan adanya jilbab di kepala lawan? Dan apa saja kecelakaan olahraga yang telah terjadi lantaran jilbab tersebut?

Saya ingat ketika Monica Stabb – FIFA Women Football Officer yang melakukan kunjungan ke Indonesia 2008 lalu. Ia turut meyakinkan komunitas sepakbola wanita Indonesia. bahwa FIFA tidak memberikan batasan bagi siapapun untuk menjadi pesepakbola. Ia bahkan menunjukkan gambar pemain sepakbola wanita berjilbab asal Iran, Yordania dan beberapa dari Bahrain. Menurutnya, jilbab bukan halangan untuk menjadi pesepakbola. Dan saya setuju dengannya. Maka Kemudian, bila FIFA menggalakan ‘the future of football is feminine” tanpa mengkotakkannya dengan khusus untuk wanita non hijab. Rasanya FIFA perlu menimbang ulang dan merevisi larangan tersebut. apa lantas mimpi para wanita berjilbab untuk menjadi pemain bola harus gugur karena mereka harus menggadaikan iman mereka. Maka, bila ini yang terjadi – tujuan dari memasyarakatkan sepakbola wanita tidak akan tercapai maksimal.

Pelarangan penggunaan jilbab bagi saya adalah hasil dari pemikiran yang dangkal.

Sekedar curhat, saya ingat waktu pertama kali bekerja di kantor ini, atasan saya berkata bahwa sebaiknya saya mempertimbangkan kembali jilbab yang saya kenakan tersebut. menurutnya, jilbab akan membuat ruang lingkup kerja saya terbatasi, hubungan internasional saya bisa tidak lancar, kemudian bila saya ditugaskan di lapangan pun akan membuat saya cepat letih – karena panas dan orang lain yang melihat saya berjilbab di lapangan saja sudah ga nyaman apalagi saya yang menggunakannya.

Pertama, jilbab saya bukanlah tawar menawar – Read the rest of this entry

Timnas Wanita U-16 Bersiap Pulang

Timnas Wanita U-16 Indonesia telah usai menjalani seluruh rangkaian pertandingan AFF U-16 Womens Championship 2009 di Yangon, Myanmar. Dari tiga pertandingan yang dilakoni skuad asuhan pelatih Safrudin Fabanyo ini, tak satu pun poin berhasil diraih. Praktis, Indonesia harus angkat koper lebih awal.

“ Saya mengucapkan permohonan maaf kepada bangsa Indonesia atas hasil yang diperoleh timnas U-16 Wanita selama di Myanmar. Tim ini baru berlatih bersama selama satu bulan dan mayoritas masih belum punya pengalaman internasional,” kata Safrudin Fabanyo.

Lebih lanjut, Safrudin Fabanyo menyatakan, tim ini sebaiknya terus dipertahankan dan dibina lebih baik lagi. Karena, pembentukan tim ini sendiri memiliki visi untuk pembinaan jangka panjang. Paling tidak, Indonesia sudah bias mengukur kemampuannya dalam peta sepakbola wanita di asia tenggara. Hal ini, memudahkan untuk merancang program pembinaan selanjutnya.

Dalam laga terakhir yang berlangsung Selasa (13/10), Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Myanmar A dengan skor 8-0. Walau kalah, Safrudin menyatakan, pertandingan melawan Myanmar adalah penampilan terbaik dari Rani Mulyasari dkk selama terjun dalam turnamen ini.

“ Pemain telah bekerja keras saat menghadapi Myanamr. Tapi, Myanamar memang unggul segalanya. Mereka dihuni para pemain yang sudah memiliki jam terbang internasional cukup tinggi,” ungkap Safrudin.

Bagi Myanmar, kemenangan 8-0 atas Indonesia tidak lantas membuat mereka bersuka cita. Justru, mereka kecewa karena akhirnya harus puas duduk sebagai runner-up grup A. Pasalnya, dalam pertandingan lainnya, Thailand mampu menang dengan skor telak 17-0 atas Malaysia. Hasil ini membuat Myanamr harus menghadapi tim tangguh Australia di babak semi final.

“ Para pemain bermain di bawah tekanan untuk menang. Kami menargetkan untuk menang besar melawan Indonesia. Rupanya itu menjadi tekanan bagi pemain. Dan, membuat kita berulang kali kehilangan kesempatan. Indonesia memberikan perlawanan yang baik, tidak mudah melawan Indonesia,” komentar pelatih Myanmar Win Myint Thwin.

Rencananya, timnas wanita U-16 Indonesia akan kembali ke Jakarta, Kamis (15/10).

Hasil Pertandingan AFF U-16 Womens Championship 2009

09.10 – Grup A: Myanmar A vs Malaysia 15-0, Thailand vs Indonesia 15-0

10.10 – Grup B: Vietnam vs Myanmar B 5-0, Australia vs Philippines 14-0

11.10 – Grup A: Myanmar A vs Thailand 0-0, Malaysia vs Indonesia 2-1

12.10 – Grup B : Myanmar B vs Philippines 5-1, Australia vs Vietnam 5-0

13.10 – Grup A : Myanmar A vs Indonesia 8-0, Thailand vsMalaysia 17-0

notepad Jakarta14/10/2009 | Kembali

Timnas Wanita Telan Kekalahan Kedua

Timnas Wanita U-16 Indonesia kembali menelan pil pahit dalam lanjutan AFF Womens U-16 Championship 2009. Di pertandingan kedua yang berlangsung Minggu (11/10), Rani Mulyasari dkk kalah 1-2 dari Malaysia, Minggu (11/10). Indonesia pun masih berkutat di dasar klasemen grup.

Indonesia yang ditangani oleh pelatih Safrudin Fabanyo sebenarnya tampil percaya diri sebelum pertandingan ini. Paling tidak, kualitas Malaysia dianggap tidak sekuat Thailand yang menghempaskan Indonesia dengan skor 15-0 di laga perdana. Malaysia pun kalah dengan skor serupa dari Myanmar A saat pembukaan turnamen.

Di babak pertama, Malaysia unggul lebih dulu atas Indonesia lewat gol Cynthia Ami. Beruntung, Rani Mulyasari dkk tidak lantas panik. Dua menit berselang, Yulane Marike berhasil membobol gawang Malaysia, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sayang, akibat pertahanan yang lemah, gawang Indonesia yang dijaga Vera Lestari kembali keboboolan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 2-1 untuk Malaysia.

Kondisi di babak kedua tak berubah banyak. Indonesia tetap kesulitan untuk merobek jala Malaysia. Padahal, tensi serangan semakin ditingkatkan oleh para srikandi merah putih. Sayang, kurang tenangnya barisan depan membuat banyak peluang emas yang terbuang percuma. Hal ini juga tak lepas dari jam terbang para pemain Indonesia yang masih minim.

Pelatih Syafrudin Fabanyo menunjukkan raut muka kekecewaan yang mendalam usai pertandingan. Tak banyak komentar yang terlontar dari mulutnya. ” Semangat para pemain memang turun setelah gol tercipta oleh Malaysia. Kesalahan-kesalahan yang sifatnya elementer juga masih diperagakan oleh para pemain. Kita mengharapkan, pemain bisa bermain lebih baik lagi di pertandingan mendatang,” ungkap Syafrudin.

Dalam pertandingan berikutnya, Indonesia akan berhadapan dengan tuan rumah Myanmar A, Selasa (13/10). Safrudin sadar, Myanmar A bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi. Mengingat tim Myanmar A adalah salah satu tim yang masuk di ajang Asian Youth Champioship tahun lalu.

notepad Jakarta12/10/2009 | Kembali

AFF Womens Championship 2008 Indonesia Menang 3-0 Lawan Malaysia

Timnas Putri Indonesia meraih kemenangan 3-0 atas Malaysiadi pertandingan terakhir penyisihan grup B AFF Women Championship 2008 sore hari ini (16/10) di Than Long Sport Center, Ho Chi Minh City Vietnam.

Tim yang turun dengan formasi 4-4-2 sangat terlihat menguasai jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan diluncurkan tim Indonesia ke pertahanan Malaysia. Serangan Indonesia pun berbuah hasil ketika Sarce Buaim pemain bernomor punggung 6 melesatkan bola ke gawang Malaysia di menit ke 13.

Empat menit sebelum berakhirnya babak pertama, Indonesia kembali memasukkan bola ke gawang Malaysia melalui tendangan kapten tim Judith Sada. Pemain Timnas Putri Indonesia yang paling sering mendapatkan pujian ini melesakkan bola dengan keyakinan penuh hingga penjaga gawang Malaysia Ranie Paul tidak mampu menghalaunya.

Memasuki babak kedua pertandingan, Indonesia kembali meningkatkan serangan. Semua pemain Indonesia terlihat bersemangat menerobos pertahanan Malaysia. Di menit ke 59, Indonesia pun kembali berhasil menyarangkan gol ke gawang Malaysia melalui tendangan Maulina Novryliani.

Pelatih Indonesia Timo Scheunemann pun mengatakan cukup lega dengan hasil yang diperoleh timnya sore ini, “Saya cukup lega dengan hasil ini. Akhirnya kita mendapatkan kemenangan.” Ujarnya.

“Saya memuji kebersamaan tim saya. Semoga kedepannya tim ini dapat dipertahankan, karena pembinaan itu penting,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Malaysia mengatakan ia tidak merasa kesal terhadap para pemainnya, “Para pemain saya sudah berusaha yang terbaik. Saya tidak merasa kesal dan marah terhadap mereka. Apalagi mereka hanya berlatih selama tiga minggu. Mayoritas dari mereka adalah pemain baru yang sama sekali belum ada pengalaman,” ujar Zhang Hong pelatih wanita satu – satunya di ajang AFF Womens Championship ini. (Fa)

Klasemen Grup A

Australia 3 3 0 0 15-0 9

Thailand 3 2 0 1 18-2 6

Filipina 3 1 0 2 3-20 3

Singapura 3 0 0 2 1-15 0

Klasemen grup B

Vietnam 3 3 0 0 18-1 9

Myanmar 3 2 0 1 15-3 6

Laos 2 1 0 1 1-7 3

Indonesia 2 0 0 2 3-5 3

Malaysia 2 0 0 2 1-21 0

SFA

notepad Ho Chi Minh16/10/2008 | Kembali

AFF Womens Championship 2008 Indonesia vs Myanmar

Menghadapi juara tahun lalu Myanmar, Indonesia mempersiapkan timnya lebih maksimal. Timnas Putri Indonesia akan menghadapi Myanmar sore ini (14/10) dalam ajang AFF Womens Championship 2008. Di dua pertandingan sebelumnya, Indonesia yang tergabung di grup B ini harus menderita kekalahan. Pertama kalah 0-1 di menit akhir pertandingan melawan Laos, dan yang kedua kalah 0-4 melawan tuan rumah Vietnam.

Perlu diingat bahwa Vietnam adalah juara ketiga kejuaraan yang sama tahun lalu dan memiliki pembinaan pemain yang berkelanjutan. Sementara kekalahan menghadapi Laos lebih disebabkan kekurang beruntungan. Laos berhasil menjebol gawang Indonesia melalui adu pinalti sebagai hasil keputusan wasit yang kontroversial.

Memang diatas kertas tidak mudah bagi Indonesia untuk dapat mengalahkan Myanmar yang merupakan juara AFF Womens Championship 2007 lalu. Myanmar menjadi juara tahun lalu setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu pinalti (4-1). Tahun ini di pertandingan sebelumnya, Myanmar menyerah dengan hasil akhir 1-3 ketika melawan Vietnam di pertandingan perdana, dan menang 7-0, serta unggul 7-0 melawan Laos.

“Di atas kertas memang tim kita kalah dari Myanmar, tapi bukan berarti kita tidak dapat mengalahkan mereka. Apapun dapat terjadi dalam sepakbola.” Ungkap Timo Scheunemann pelatih timnas putri.

Mengenai tim Myanmar, Timo menilai bahwa tim Myamar adalah tim yang memiliki kekuatan individu yang baik. Tetapi, tim Indonesia juga menuai banyak pujian.

“Myanmar memiliki kekuatan individu yang merata. Mereka senang bermain bola – bola pendek,” ujarnya.

Untuk pertandingan sore ini Timo mengharapkan timnya untuk meningkatkan konsentrasi, “Saya harap pemain lebih berkonsentrasi penuh dan bekerja keras,” ujarnya di saat pertemuan dengan pemain pagi ini.

Tim yang baru terbentuk dua bulan ini serta minim pengalaman, ternyata mencuri perhatian pelatih tim lain.

“Indonesia memiliki kemajuan yang baik. Pemain – pemainnya memiliki kualitas yang pantas dipuji,” ujar Chen Yu Fa pelatih Vietnam asal Cina.

Sementara itu, di grup B Australia dan Thailand telah memastikan diri masuk ke babak semi final. Australia masuk ke semi final dengan nilai sempurna 9 setelah tiga kali meraih kemenangan atas Thailand (2-0), Philipina (7-0), dan Singapura (6-0). (Fa)

Squad Timnas Putri
4-4-2

Penjaga gawang : Dorthea Rollo
Belakang : Alih Apriana
Maesorah
Center Back : Konstantina Deda
Rosmita
Tengah : Sarce Buaim
Maulina
Yudith Sada
Tugiyati Cindy
Depan : Yetty Nonce Yigibalom
Astri Marice Ohee

SFA

notepad Ho Chi Minh14/10/2008 | 

AFF Women Championship Kalah Lawan Myanmar

Malam ini menjadi malam yang berduka bagi Indonesia. Kekalahan 6-0 dari Myanmar malam ini benar – benar membuat semua pemain bersedih. Sebenarnya Indonesia bermain lebih menekan pada malam hari ini (14/10)

Myanmar yang merupakan juara AFF Women’s Championship 2007 lalu membobol gawang Indonesia sejak di menit kedua melalui tendangan dari depan arah gawang oleh My Nilar Htwe. Tiga gol berikutnya terjadi di menit ke 26, 31, dan 39 (Thida Oo, Than Than Htwe, dan San San Thein). Ketiganya melalui hasil tendangan sudut.

Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan Myanmar. Bahkan di babak awal, Indonesia lebih mendominasi permainan. Gawang Myanmar berulang kali terancam oleh serangan Astrid Ohee, dan Yetty Yigibalom. Di menit ke 11 Astri Ohee berhasil menerobos masuk ke depan gawang Myanmar, namun sayang tendangannya meleset ke pinggir gawang. Begitu juga di menit ke 12 dan 29 ketika tendangan Astri berhasil dihalau penjaga gawang Myanmar May Khin Ya Min.

Di menit ke 41, pelatih Indonesia Timo Scheunemann mengganti penjaga gawang Dorthea dengan Efie Iswandari. Keputusan ini diambil setelah Dorthea gagal menghalau empat gol Myanmar.

Memasuki babak ke dua, Indonesia tetap menekan Myanmar. Kesempatan demi kesempatan di peroleh pemain Indonesia, namun tidak satupun berbuah gol. Di penghujung akhir penambahan waktu. Indonesia pun kembali kebobolan dua gol melalui tendangan Aye Aye Mar dan Naw Ar Lo Wer Phaw (91 dan 92).

Kekalahan 6-0 dari Myanmar ini merupakan kekalahan yang paling menyedihkan bagi tim Indonesia, sementara dengan kemenangan di malam ini Myanmar pun memastikan diri masuk ke babak semi final dan akan bertemu Juara Grup A Australia tanggal 18 Oktober mendatang.

Usai pertandingan, pelatih Myanmar U Tin Myint Aung pun mengakui bahwa sebenarnya timnya mengalami tekanan dari tim Indonesia, “ Indonesia banyak menekan kami. Dari awal pertandingan. Mereka mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Kami cukup kewalahan menghadapi mereka.” Ujarnya.

“Saya melihat bahwa pemain Indonesia adalah pemain yang masih sangat muda dan minim pengalaman Internasional. Saya yakin mereka akan lebih baik di tahun mendatang. Indonesia melakukan pembinaan yang tepat,” tambahnya ketika ditanya tanggapannya terhadap pemain Indonesia.

Sementara itu menghadapi Australia, Mynt Aung menyatakan akan berjuang maksimal, “Pastinya saya sangat bahagia dengan hasil pertandingan malam ini. Dengan ini kita pasti masuk semi final dan menghadapi Australia. Australia memang lebih unggul dari kita, tapi kita tetap akan berusaha keras,” ujarnay

Indonesia akan bertemu Malaysia di pertandingan terakhir grup B tanggal 16 Oktober mendatang. Malaysia malam ini kalah 3-1 melawan Laos. (Fa)

SFA 14.10.2008

AFF Women’s Championship 2008 Berjuang Demi Bangsa

“Kita tidak hanya membawa nama pribadi ataupun daerah, tapi membawa nama Negara,” ujar Yetty Yigibalom.

Kalimat diatas mungkin terdengar lumrah diucapkan tapi, tidak ketika seorang striker timnas Putri Yetty Yigibalom yang mengucapkannya. Ia mengucapkannya dengan sungguh – sungguh dari hati.

“Saya belum pernah mengikuti pertandingan internasional. Ini pengalaman pertama saya, saya tidak ingin mengecewakan. Kalaupun kami tidak menang disini tapi, apabila kita memberikan yang terbaik rasanya tidak begitu mengecewakan,” lanjutnya.

Yetty adalah pemain Sepakbola putri asal Papua. Saat ini gadis berusia 19 tahun tersebut tengah berkuliah di Universitas Cendrawasih jurusan Ilmu Pendidikan Olahraga.

Tidak hanya Yetty, semua pemain timnas putri memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Rasa nasionalis mereka tidak hanya terasa ketika mereka berjuang di tengah lapangan, tapi juga di tengah – tengah kebersamaan mereka. Di saat mengunjungi konsulat jenderal RI untuk Vietnam misalnya mereka pun menyanyikan lagu – lagu kebangsaaan Indonesia dengan penuh semangat.

“Cinta tanah air dong. Kalau tidak saya tidak akan berada disini,” Ujar Henny. Pemain yang baru duduk di bangku kelas dua SMA ini rela untuk meninggalkan sekolahnya selama dua bulan demi mengikuti training camp timnas sepakbola putri.

“Saya bergabung dengan tim nasional untuk menunjukkan yang terbaik,” sambung Regina, pemain termuda di tim putri ini yang baru berusia 14 tahun.

“Kita semua berjuang demi bangsa. Bagi saya, kalaupun ada klub dari luar (luar Indonesia – red) yang ingin mengajak saya bergabung, saya tidak bersedia. Saya hanya ingin bermain untuk Indonesia, kalau tidak untuk tim nasional ya untuk untuk klub saya di Papua,” tutup Yetty mengakhiri pembicaraan. Yetty bergabung di klub putri Persiwa di Wamena.

Demi bangsa dan Negara Indonesia mereka bergabung di dalam tim Nasional. Mereka tidak pantang menyerah. Semoga di ajang AFF Women’s Championship ini menjadi ajang kebangkitan sepakbola Putri Indonesia. (Fa)

SFA 12.10.2008

Timnas Putri Diterima Konsulat Jenderal RI Untuk Vietnam

Tim Nasional Putri diterima konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Vietnam di kediamannya di Ho Chi Minh Jum’at malam kemarin (11/10). Undangan makan malam tersebut diterima Tim di sela – sela jadual pertandingan mereka di AFF Women’s Championship 2008.

Konsulat Jenderal (Konjen) yang dipimpin oleh Irdamis Achmad tersebut menerima Timnas sebagai ungkapan dukungannya terhadap timnas putri. Sebenarnya, Konjen beserta jajarannya juga memberikan dukungan di lapangan. Dua kali timnas bertanding, mereka selalu datang langsung ke stadion Than Long untuk memberikan dukungan langsung.

“Kami sangat bangga dengan semangat anak – anak ini. Mereka masih sangat muda, tapi punya rasa nasionalis yang tinggi. Karena itu, kami juga tidak segan untuk datang langsung ke lapangan,” ujar Irdamis yang akan menunaikan tugasnya di Vietnam bulan November mendatang.

“Saya berharap mereka bisa menang melawan Malaysia dan Myanmar nanti. Saya lihat kedua tim ini kualitasnya dibawah tim kita,” tambahnya.

Timnas yang dipimpin oleh Eha Habibah Ardi ini sangat menikmati undangan makan malam tersebut, “Sudah satu minggu ini susah makan di Vietnam. Kali ini saya puas makan disini. Bapak dan Ibu Konjen juga sangat ramah kepada kami, dukungannya sangat kami butuhkan,” ujar penjaga gawang Efie Iswandari yang juga merupakan guru pengajar di sebuah sekolah di Jakarta.

Selain makan malam, timnas dan Konjen juga mengisi waktu dengan bernyanyi dan menari bersama. Tidak hanya para pemain dan pelatih, jajaran manajemen juga turun untuk menikamati suasana hangat tersebut. Suasana pun terasa haru ketika assisten pelatih Rainer Scheunemann menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa.

“Kami senang dengan dukungan Konsulat Jenderal disini. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” ujar Eha Habibah Ardi menutup kunjungan malam tadi.

Timnas akan melanjutkan perjuangan mereka di AFF Womens Championship 2008 Selasa mendatang melawan Myanmar. (Fa)

SFA 12.10.2008

AFF Women’s Championship Kalah Kelas Lawan Vietnam

Seperti yang diutarakan sebelumnya oleh pelatih Timnas Putri Timo Scheunemann, Timnas Putri bermain bertahan. Meski demikian, harus diakui bahwa pertahanan Tim putri tetap kewalahan menghadapi tuan rumah Vietnam di pertandingan kedua AFF Womens Championship sore hari ini (10/10).

Gol pertama Vietnam diciptakan di menit ke 9 oleh Nguyen Thi Kim Tien. Sebenarnya penjaga gawang Dorthea sempat menangkap bola yang tercipta melalui tendangan bebas tersebut, tapi sayang Gol yang tercipta melalui hasil tendangan bebas tersebut lepas dari tangannya, sehingga masuk ke dalam gawang.

Serangan demi serangan dilancarkan tim Vietnam. Meski penjaga gawang Indonesia sempat beberapa kali melakukan penyelamatan namun, di menit ke 34, pemain Vietnam Nguyen Thi Minh Nguyet berhasil menyarangkan gol kedua Vietnam. Gol tercipta dari hasil umpan pemain depan Vietnam Do Thi Ngoc Ham. Empat menit berselang, Ngoc Ham pun mencetakkan gol ketiga untuk Vietnam. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Vietnam 3-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia harus menerima gol keempat Vietnam yang tercipta hanya dua menit setelah dimulainya babak kedua melalui tendangan Bui Thi Tuyet Mai.

Tim Indonesia pun menaikkan tempo permainannya. Tidak hanya pertahanan yang ditingkatkan, tapi juga beberapa serangan sempat dilancarkan Indonesia. Di menit ke 59, Tugiyati Cindy sempat membawa bola hingga mengancam gawang Vietnam namun, tendangannya terlampau ke kanan gawang. Usaha maksimal juga dilakukan oleh Yetty Yigibalom, pemain bernomor punggung 21 ini beberapa kali sempat melewati pemain Vietnam. Aksinya yang lincah juga mengundang pendukung Vietnam untuk menyemangatinya setiap kali ia memegang bola. Pertandingan pun berakhir 4-0 untuk kemenangan Vietnam.

Usai pertandingan, meski meraih kemenangan pelatih Vietnam Chen Yu Fa menyatakan ketidak puasannya terhadap permainan anak didiknya, “Saya memang tidak begitu puas dengan hasil pertandingan sore ini,” ujar pelatih Vietnam Chen Yu Fa

“Saya kecewa dengan tiga pemain saya. Saya kecewa dengan pemain bertahan saya. Terutama di babak kedua, di mana Indonesia bermain lebih menyerang. Harus saya akui bahwa Indonesia bermain lebih baik dibandingkan pertandingan pertamanya,” ujar pelatih asal China ini.

“Sebelumnya Vietnam pernah bertemu dengan Indonesia, dimana Vietnam menang 8-0. Jadi, pertandingan sore ini adalah peningkatan yang baik bagi Indonesia. Pemain – pemain Indonesia memiliki kemampuan yang baik, terutama pemain bernomor punggung 10,” tambahnya, memuji penampilan kapten Tim Indonesia Judith Sada.

Sementara itu pelatih Indonesia Timo Scheunemann menyatakan kebanggaannya terhadap para pemain, “Saya bangga terhadap pemain saya. Mereka bekerja sangat keras. Saya tidak dapat menyebutkan satu persatu, bagi saya semuanya telah bermain baik.” Ujarnya.

“Perlu Saya beritahukan bahwasanya tim kami ini minim uji coba, apalagi Uji Coba Internasional. Mayoritas pemain kami adalah pemain muda. Karena kami memiliki tujuan pembinaan jangka panjang. Asosiasi Sepakbola kami khususnya jajaran pengurus sepakbola wanita memiliki program jangka panjang karena itu, kami memilih pemain berusia muda,” jelasnya.

“Terlepas dari hasil pertandingan sore ini, Saya berharap tim ini dapat ikut serta di SEA Games nanti,” harapnya. (Fa)

SFA 10.10.2008

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,872 other followers

%d bloggers like this: